• Menu

      About Me Site Map Privacy Policy Disclaimer

Cah Pare

  • Menu
  • Home
  • Contact
Home » Sejarah » Presiden Soekarno Pernah Mencetak Uang Dalam Jumlah Banyak

Presiden Soekarno Pernah Mencetak Uang Dalam Jumlah Banyak

Uang Indonesia tahun 1960
Seri Uang Soekarno Tahun 1960

Indonesia pernah melakukan pencetakan uang dalam jumlah banyak, pada masa kepresidenan Soekarno. Karena pemerintah belum bisa maksimal memungut pajak dari rakyat waktu itu, Soekarno pun mengambil kebijakan untuk mencetak uang secara berlebih. Hasilnya tentu inflasi. Semakin banyak uang dicetak, harga barang semakin tinggi, dan terjadi hiperinflasi. Finish-nya, kita tahu, adalah demonstrasi yang terkenal dengan sebutan Tritura (tiga tuntutan rakyat), yang salah satunya permintaan agar harga-harga diturunkan.

Dan kasus serupa yang terbaru terjadi adalah di Zimbabwe. Pada 2008, pemerintah Zimbabwe mengeluarkan kebijakan untuk mencetak uang dalam jumlah sangat banyak, yang ditujukan untuk memperbanyak pegawai negeri yang diharapkan akan mendukung pemerintah. Hasilnya adalah inflasi yang gila-gilaan. Negara itu bahkan memegang rekor dalam hal inflasi tertinggi di dunia, yaitu 2.200.000% (2,2 juta persen) pada 2008.

Sebegitu cepatnya tingkat inflasi terjadi, hingga kenaikan harga di Zimbabwe tidak terjadi dalam hitungan minggu atau bulan, tetapi menit bahkan detik. Dalam setiap beberapa detik, para pegawai di toko-toko Zimbabwe terus sibuk mengganti label-label harga pada barang-barang yang mereka jual, karena terus terjadi pergantian harga akibat inflasi yang menggila.

Pada 20 Juli 2008, bank Zimbabwe bahkan menerbitkan pecahan uang senilai 100 milyar dollar, yang merupakan rekor pecahan uang dengan nominal terbesar di dunia. Uang dengan nominal besar itu, ironisnya, tidak memiliki nilai yang sama besarnya, karena digerus oleh inflasi akibat harga-harga yang melambung luar biasa tinggi. Untuk membeli sembako, misalnya, orang di Zimbabwe harus membawa uang sampai seember.

Dalam ekonomi, kita tahu, harga barang akan tergantung pada perbandingan jumlah uang dan jumlah persediaan barang. Jika barang lebih banyak dari jumlah uang yang beredar, maka harga akan cenderung turun. Sebaliknya, jika jumlah barang lebih sedikit dibanding jumlah uang yang beredar, maka harga-harga akan cenderung naik. Karena itulah, pencetakan uang secara tak langsung juga ditentukan oleh hal tersebut, agar tidak terjadi inflasi.

Kebijakan  pemimpin sebuah negara dalam menerbitkan atau mencetak uang, terdapat dua macam sistem, yang disebut “pseudo gold” dan “uang fiat”.


  • Dalam sistem pseudo gold, uang yang dicetak dan beredar didukung dengan cadangan emas atau perak yang dimiliki badan yang menerbitkannya. 
  • Sedangkan dalam sistem uang fiat, uang yang beredar tidak didukung aset yang riil, bahkan tidak didukung apa-apa. Artinya, dalam sistem fiat, pemerintah atau badan yang menerbitkan uang bisa mencetak uang sebanyak apa pun sesuai keinginan.
Apabila suatu negara dengan alasan miskin mencetak uang sebanyak-banyaknya, yang terjadi bukan negara itu menjadi kaya, tetapi justru akan semakin miskin. Karena, ketika jumlah uang yang beredar semakin banyak, harga-harga barang akan melambung tinggi, dan inflasi terjadi. Akibatnya, meski uang dicetak terus-menerus, uang itu tidak bisa disebut kekayaan, karena nilainya terus merosot turun.
Unknown
Add Comment
Sejarah
Minggu, 22 September 2013
Print PDF

Share

G+

Tweet

Tweet

CahPareAbout Me
Aku adalah apa yang ada pada diriku. Dan aku berkuasa atas diri ini
Follow: | Google+ | Facebook | Twitter

Show Conversion CodesHide Conversion Codes
Show EmoticonHide Emoticon
Newer Older Home

Space Ads

iklan banner iklan banner

Weekly Posts

  • Istilah Dalam Oprek Android
    Istilah Dalam Oprek Android
  • Kumpulan Trik Sadap HP dengan Aplikasi Android dan Provaider
    Kumpulan Trik Sadap HP dengan Aplikasi Android dan Provaider
  • Mahabarata Versi India Vs Jawa
    Mahabarata Versi India Vs Jawa
  • Wajah Baru Pasar Induk Sayur, Buah dan Pangan Pare.
    Wajah Baru Pasar Induk Sayur, Buah dan Pangan Pare.

Label

Artikel Windows Android Smartphone Khazanah Desaku Blackberry Sejarah

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Copyright Cah Pare 2014